BREAKING NEWS

Jumat, 14 Oktober 2016

Lihatlah kasih,
Hamparan yang disediakan oleh Rabb kita
Tumbuh-tumbuhan yang menari, nyayian hewan yang membentuk pola dua per tiga,
Seperti soneta dengan symfoninya yang berkelas,
Kicau-kicau si pengembala, mempersiapkan pertunjukan di malam selasa.

Rasakanlah kasih,
Cinta yang senantiasa tumbuh
Kasih sayang kian bertambah setiap kali kau menatap
Kepedulian untuk menggenggam tangan mereka saudara kita
Tangisan yang selalu mengalir saat melafazkan ayat suci Al-Qur'an
Sujud, merendahkan diri dan mensyukuri Nikmat-NYA
Hati yang terisi cinta
Berkasih sayang untuk menjalankan perintah-NYA
Berkasih sayang untuk melakukan Sunnah Rasul-NYA
Melangkah dan menahan diri guna mengharapkan balasan yang begitu baik Dari-NYA
Janji Rabb kita, jaminan hidup kekal di Surga.

~Alek Wahyu~

Selasa, 04 Oktober 2016

Aku malu Pada-MU dengan fikiran ini, yang jarang mengingat-MU,
Aku malu Pada-MU dengan mata ini yang jarang membaca Tulisan-MU (Al-Qur'an),
Aku malu Pada-MU dengan hati dan jiwa ini yang belum sepenuhnya Mencintai-MU,

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺣُﺒَّﻚَ ﻭَﺣُﺐَّ ﻣَﻦْ ﻳُﺤِﺒُّﻚَ ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳُﺒَﻠِّﻐُﻨِﻲ ﺣُﺒَّﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﺣُﺒَّﻚَ ﺃََﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻲْ ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﺍﻟْﺒَﺎﺭِﺩِ
- ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ -

Allâhumma innî as`aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal amalal ladzî yuballighunî hubbaka. Allahumaj ‘al hubbaka ahabba ilayya min nafsî wa ahlî wa minal mâ’il bârid.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus).”

(HR. At-Tirmidzi - 3412)

Tulisan yang selama ini aku goreskan atas izin-MU lebih banyak aku hadiahkan teruntuk ciptaan-MU dan bukan untuk-MU
Lisan yang aku ucapkan atas izin-MU lebih banyak aku utarakan kepada ciptaan-MU dan bukan aku utarakan untuk-MU.
Aku malu pada-MU ya Rabb
Aku malu pada-MU dengan segala yang telah Engkau titipkan kepadaku
Aku malu pada-MU dengan segala yang telah Engkau karuniakan kepadaku
Aku malu pada-MU dengan segala hidayah, kenikmatan serta keberkahan yang telah engkau limpahkan kepadaku.

ﺭَﺏِّ ﺇِﻧِّﻲ ﻇَﻠَﻤْﺖُ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku."

(QS: Al-Qashash: 16)

ﺭَﺏِّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃَﻥْ ﺃَﺳْﺄَﻟَﻚَ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟِﻲ
ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ۖ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﺗَﻐْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﺗَﺮْﺣَﻤْﻨِﻲ ﺃَﻛُﻦْ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ

"Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi."

(QS: Huud Ayat: 47)

ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏِّ ﭐﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﻭَﻟِﺄَﺧِﻰ ﻭَﺃَﺩْﺧِﻠْﻨَﺎ ﻓِﻰ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻭَﺃَﻧﺖَ ﺃَﺭْﺣَﻢُ ﭐﻟﺮَّٰﺣِﻤِﻴﻦَ

”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam Rahmat Engkau dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang.”

(QS. Al-A’raaf : 151)

ﺃَﻧﺖَ ﻭَﻟِﻴُّﻨَﺎ ﻓَﭑﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﭐﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ ۖ ﻭَﺃَﻧﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﭐﻟْﻐَٰﻔِﺮِﻳﻦَ
ﺃَﻧﺖَ ﻭَﻟِﻴُّﻨَﺎ ﻓَﭑﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﭐﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ ۖ ﻭَﺃَﻧﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﭐﻟْﻐَٰﻔِﺮِﻳﻦَ

”Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan akherat. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.”

(QS. AL-A’raaf :155-156)

Maafkanlah Aku ya Allah, ya Tuhanku, Penguasaku.

ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻠْﻨِﻲ ﻣُﻘِﻴﻢَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﻣِﻦْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ۚ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﺩُﻋَﺎﺀِ

Ya Rabb, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳَﻮْﻡَ ﻳَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏُ

Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu-bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

(QS. Ibrahim 41-42)

~Alek Wahyu~

Senin, 03 Oktober 2016

Aku ingin melihatmu,
Di balik hijab yang menutupi seluruh tubuhmu,
Sekedar telapak tangan dan mata, itu sudah cukup bagiku untuk mengobati rindu yang terisi oleh liarnya nafsu,
Menjadikanmu wanita baik dengan keadaan suci tanpa tersentuh,

Dan aku akan menjadi pria yang senantiasa Berdoa untukmu.
Walau nafsuku seringkali berkecamuk di dalam raga
Namun, kau wanita yang begitu aku kagumi
Dengan apa yang ada padamu
Dengan apa yang ada padaku
Dan ketahuilah, namamu selalu muncul dalam Doaku
Pinta sederhana untuk dipertemukannya aku dengan wanita Shaleha, guna memantapkan Hijrahku
Keinginan untuk bersamamu di masa kini dan nanti.

~Alek Wahyu~

Rabu, 21 September 2016


"cintai aku sepenuhnya dari dirimu maka kau harus mencintaiku sepenuhnya dirimu", "sayangi aku seterusnya meski kita tak dipersatukan", dan "rindukan aku meski air matamu tertupah ruah memenuhi dinding kamarmu"

bukan itu permintaanku padamu melainkan hanyalah kesabaranmu untuk senantiasa menempatkan cintamu pada ruang yang ada di dalam hatimu, memendam kasih sayangmu, dan menyimpan rindumu dengan Do'a.

dalam pelukanmu bacalah Al-Qur'an untuk meredam keinginanmu untuk bertemu denganku
dalam tangismu lafazkan Dzikir untuk menentramkan hatimu dari fikiran tentang diriku
dalam pagi, siang, sore, dan malam dekatkan dirimu pada ALLAH SWT yang telah memberimu cinta, kasih sayang, dan kerinduan,
angkat kedua tanganmu selalu sesudah selesai Shalat, berharap dan memohon cintamu untuk-NYA , berharap dan memohon cinta-NYA.

utamakan cintamu hanya untuk ALLAH SWT dan Rasulullah SAW bukan untukku, karena jika aku telah tiada maka cinta, kasih sayang, dan rindumu pun perlahan akan menghilang.

utamakan cintamu hanya untuk ALLAH SWT dan Rasulullah SAW
karena jika kau telah tiada maka cintamu akan kekal dan akan berkhir dengan bahagia di sisiNYA dengan balasan yang begitu baik. Insyaa Allah.

~Alek Wahyu~

Senin, 19 September 2016


Di dalam hatiku terdapat beberapa pintu,
Di setiap pintu terdapat cinta yang tengah aku pupuk,
Jika kau mengharapkan pintu yang pertama, itu bukanlah untukmu,
Jika kau mengharapkan pintu yang kedua, itu juga bukan untukmu,
Jika kau mengharapkan pintu yang ketiga, itu juga bukan untukmu,
Tempatmu adalah di pintu yang keempat, kau tau kenapa?

Karena di pintu pertama adalah cintaku untuk ALLAH SWT yang telah menghadirkan aku di dunia ini,
Di pintu kedua adalah cintaku untuk Nabiku Muhammad SAW, Pemimpinku yang begitu mencintai umatnya dan bersedih memikirkan umatnya yang di akhir zaman ini
Di pintu ketiga adalah cintaku untuk Keluargaku, Ayahku, Ibuku yang telah membesarkan aku dengan kasih sayang yang begitu berlimpah serta Adik Perempuanku yang selalu mendukungku, selalu bersabar menghadapi aku dan Saudara-saudaraku yang senantiasa membantuku, yang senantiasa mengingatkan aku
Dan di pintu keempatlah cintaku untukmu "Calon Pendampingku".

Namun, sebelum itu aku akan menundukkan pandanganku darimu dan aku juga akan menjaga jarak terhadapmu.

Karena menundukkan pandangan adalah hijabku sebagai lelaki dan menjaga jarak adalah cara terbaik bagiku untuk menghindari segala bentuk kerugian yang akan menimbulkan fitnah dan dosa.

Jika kau tidak menginginkannya atau jika kau merasa risih karenanya, silahkan tinggalkan aku,  jalan keluarnya tidaklah rumit, jaraknya pun tidak terlalu jauh, kau hanya perlu berjalan lurus kedepan, dan jikalau kau telah sampai di depan jangan sesekali kau menutup pintunya, karena masih ada seseorang di luar sana yang ingin masuk untuk bertamu.

~Alek Wahyu~

Sabtu, 17 September 2016


Ayah, ini anakmu yang bergegas
melaju pada nasehatmu
meski waktu ini aku tak lagi berjumpa, namun aku tetap bisa berbicara denganmu melaui Do'a
Dan aku yakin Allah menerima Do'a ku anakmu.
Aku yakin Allah menyampaikannya kepadamu disana.

Ayah, aku bangga kepadamu yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati,
Amarahmu tiada pernah kau perlihatkan kepada anak-anakmu.
Aku teringat ketika Ibu berkata "Alek jangan pernah kau membuat ayahmu marah, karena jika sekali saja ayahmu marah maka ia akan tampak lebih garang".
Ayah kadang aku sangat ingin melihat dan mendengarkan kau marah kepadaku, tapi aku tidak pernah melihatnya sekali pun.
Kau hanya menegurku dengan suara pelanmu, kau hanya menegurku dengan nasihatmu dan mengajariku Al-Qur'an, kau ajarkan kepadaku tentang nasihat Luqman Al-Hakim orang yang disebut dalam Al-Qur'an yang mengajarkan akhlak-akhlak yang luhur kepada anaknya.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥُ ﻟِﺎﺑْﻨِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌِﻈُﻪُ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

(QS. Luqman: 13).

ﻭَﻭَﺻَّﻴْﻨَﺎ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﺑِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻪِ ﺣَﻤَﻠَﺘْﻪُ ﺃُﻣُّﻪُ ﻭَﻫْﻨًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﻫْﻦٍ ﻭَﻓِﺼَﺎﻟُﻪُ ﻓِﻲ ﻋَﺎﻣَﻴْﻦِ ﺃَﻥِ ﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻚَ ﺇِﻟَﻲَّ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”

(QS. Luqman: 14).

ﻭَﺇِﻥْ ﺟَﺎﻫَﺪَﺍﻙَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺸْﺮِﻙَ ﺑِﻲ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﻓَﻠَﺎ ﺗُﻄِﻌْﻬُﻤَﺎ ﻭَﺻَﺎﺣِﺒْﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ ﻭَﺍﺗَّﺒِﻊْ ﺳَﺒِﻴﻞَ ﻣَﻦْ ﺃَﻧَﺎﺏَ ﺇِﻟَﻲَّ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﻓَﺄُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”

(QS. Luqman: 15).

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺇِﻥْ ﺗَﻚُ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺧَﺮْﺩَﻝٍ ﻓَﺘَﻜُﻦْ ﻓِﻲ ﺻَﺨْﺮَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻳَﺄْﺕِ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻄِﻴﻒٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui ”

(QS. Luqman: 16).

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺍﻧْﻪَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍﺻْﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺰْﻡِ ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) ”

(QS. Luqman: 17).

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺼَﻌِّﺮْ ﺧَﺪَّﻙَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻤْﺶِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻣَﺮَﺣًﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻛُﻞَّ ﻣُﺨْﺘَﺎﻝٍ ﻓَﺨُﻮﺭٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri ”

(QS. Luqman: 18).

ﻭَﺍﻗْﺼِﺪْ ﻓِﻲ ﻣَﺸْﻴِﻚَ ﻭَﺍﻏْﻀُﺾْ ﻣِﻦْ ﺻَﻮْﺗِﻚَ ﺇِﻥَّ ﺃَﻧْﻜَﺮَ ﺍﻟْﺄَﺻْﻮَﺍﺕِ ﻟَﺼَﻮْﺕُ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺮِ

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. ”

(QS. Lukman: 19).

ya Allah, ya Tuhanku yang menciptakan langit dan bumi, Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tempatkanlah ayahku di sisi-Mu yang terbaik, terimalah segala amal ibadah ayahku, jauhkanlah ayahku dari pedihnya azab kuburmu, lindungilah ayahku dan jauhkan pula ayahku dari panasnya Api Neraka. amin

Ayah, nasehatmu akan selalu ku ingat, maafkan aku yang belum mampu membuatmu bahagia, maafkan aku yang belum mampu memberikan apa-apa kepadamu.

Ayah, aku mencintaimu
Ayah, aku mebcintaimu
Ayah, aku mencintaimu

Aku akan selalu berdoa kepada Allah agar nantinya kita di pertemukan kembali di Surga-NYA.
Aku akan selalu berdoa kepada Allah agar nantinya di persatukan kembali di Surga-NYA.

ya Allah pertemukanlah aku dengan Ibu, Ayah dan Adikku di Surga-MU kelak, ya Allah persatukanlah aku dengan Ibu, Ayah dan Adikku di Surga-MU kelak. Amin

Aku mencintaimu ayah.

~Alek Wahyu~
08 September 2016

Minggu, 24 Juli 2016

Ada saatnya nanti aku tak mampu berdiri tepat dihadapanmu guna menghadiahkan ciuman dan satu pelukan.
Tapi tenang kekasih, akan ada yang mewakiliku malam itu, sebuah surat yang diperuntunkan untukmu, kehangatan tulisan, cerita keindahan akan dirimu.

Aku menuliskannya pada malam di awal bulan Ramadhan, sesudah Tarwih tepat pukul 11 malam. Diantara angin syahdu, lantunan ayat-ayat Al-Qur'an, aku duduk dan berdiam diri di atas bebatuan yang tersusun rapi.
Aroma rumput jepang, cita rasa sebuah Gazebo berornamen klasik.

Aku merindukanmu kekasih,
Di ujung jalan, kunikmati secangkir kopi yang menghambur wangi
Asap rokok menyulut, kemudian rangkanya berdiri
Lingkaran membatu menisankan tabur berbunga, melontarkannya ke geliatnya sebuah sapa.

Aku semakin rindu pada cahayamu
menampung jeda, letih siang dan petang.
Kau masuk ke celah-celah sanubariku, sebelum melati dan kamboja terkulai di hadapanku,
sebelum botol kenanga sungsang mengairi.
Pada sajadah berdebu, pada harap, pada penat, izinkan aku memimpinmu.
Bersama kita sujud dan rukuk di hadapaNYA.
Pencipta segalanya, kau dan aku.

~Alex Wahyu~

Kamis, 21 Juli 2016

Kekasih, dalam pelukanmu, tiada pilu yang mampu memenjarakanku, tiada letih yang mampu mencuramkanku, ketika matamu merengkuh ingatanku,
disaat jemarimu bermain di pipiku,
aku serasa tiada dalam gemulai rambutmu.

Kekasih, kau menyerupai gemintang yang menutupi langit malam.
Cantik dan Mengagumkan hingga pelosok desa tak mampu melukis keindahanmu.
Samudra, Benua, semua cakrawala berada di kaki yang sama.
Gemilang rupamu, mengharuskan aku untuk memelukmu, Pengagum Ragamu.

Kekasih, sertakan aku dengan puisiku, dan biarkan ia menyentuhmu sejari demi sejari, sedalam kata penumpuk rindu, seluas tinta penangkal pilu.

Kekasih, segala vokal dan konsonan sajakku kian terhubung.
Di saat penyebranganku hadir di hadapanku, disaat seok langkah menghampiri taubatku, Ruang, Waktu, dan Dimensi bersimpati menyanjungku, menanggalkan jubah dan melepaskan topeng lamaku, selarik tantangan, beraksara diam, menggelitikku dalam dunia fana.

Kekasih, getaran-gataran pada daun telingaku di ambang gendang.
Serpihan harta di malam nan basah naas tersenyum menyapa, dalam kotak tak bersuluh, menggelepar di sudut rumah, seluruh tubuhku kini di gerogoti detak seorang pujangga.
Pakaian kusam dan sebatang sikat gigi, tiada puas lalu membisu di terpa banyu.

Kekasih,  tetaplah sediakan aku semangkuk ubi bakar dan segelas kopi, karena senja ini akan terasa syahdu, merona jingga di dinding mega, untukmu kusulam hatiku, terkerenda rindu, melumat arung jiwamu, bertirani sunyi merajut sepi, lekatkan hatimu kekasih, ukir namaku meski nyata bergelayut manja.

Kekasih, ketika rinai tak lagi membiaskan pelangi, ketika jagad terpanggang matahari, simpanlah aku di bilik hatimu, karena aku akan menjadi angin yang bergerak memainkan hatimu, berdesir, membelai semak-semak perdu, bakul-bakul musim, dan ladang-ladang asing, dari kutub kekutub, detik berlalu tanpa degup, berlayar bersama sunyi disaat kau dan aku menyapu debu.

~Alek Wahyu~
-02 Juli 2016-

Sabtu, 27 Februari 2016

Setidaknya aku mampu menikmati sesajian alam pada abad terdahulu
Bernardo Buontalenti, Gua tiga bilik semacam rumah bermain
Khayalan alami dan Ghotic dramatis yang menyerupai beton menetes dan batu apung mengalir
Ini memanjakan mata seluruh pemuda yang mengunjungi Pitti Palace
Mengaliri dinding dalam aksen air, merambah kesejukan selama musim panas
Seakan sedang melahap atau memuntahkan patung-patung berupa Manusia dan Hewan.

Gembala, Petani, Pemusik, Hewan, dan tambahan Empat Kriminal lainnya
Yah, mungkin aku akan dikatakan kampungan atau di cap norak
Semua kebutuhan, Makanan, Rumah, Pakaian, dan Kendaraan tampak seadanya
Dan juga agaknya aku akan bermimpi tanpa harus tertidur siang ini
Aku bermimpi tentang keberadaan kita di balik patung sepasang kekasih yang tengah berciuman
Mimpi kita untuk ku hadirkan ketika nanti terlelap
Tepatnya pukul Sembilan malam, di tengah kabut berawan
Lampu kota, dan beraneka jajanan khas Negri ini
Yah sayang, Abad pertengahan dengan kekayaan berlimpah
Saksi sejarah yang akan menimbulkan perselisihan
Sesaat sebelumnya, Aku memberimu nada nakal, Kau tau apa artinya itu?
Dua kali dalam hari ini aku menuliskan sajak untukmu
Sajak yang sedikit tertolong oleh para Seniman Renaisans, Vasari, Vasari.
Dan, Kau menyeringai lebih lebar sayangku, dengan tatapanmu nun begitu serius
Gedoran pintu kelabu, tempat aku bermimpi,
Kau datang dengan membawa sedikitnya ubi bakar kesukaanku
Berjalan menghampiriku di tengah cahaya remang dan dinginnya malam nanti
Ah, Aku menantikannya sayang, tepat pukul sembilan malam nanti
Rumah kecil kelabu dengan patung dua kekasih yang saling bertautan
Dan, Sajak-sajakku siang ini akan memandumu sepanjang koridor dan mulai bertanya, "Untuk apa ini"
Kegugupan dan keberadaanmu mengepung seluruh sumber dayaku
Tempat aku beribadah, memanjatkan Do'a dalam Shalatku
Keselamatan Ibu, Ayah, Adik, dan Keluargaku
Tentunya dengan mimpi dan khayalku,
Sebuah keluarga kecil, dimana kau dan aku,
Sepasang bocah, Laki-laki dan Perempuan
Kesederhanaan kita, Melanjutkan proses di dunia.
Corridoio Vasariano lorong rahasia yang khas
Tempat kita bermain dan menikmati senja
Saat usia kita berlanjut tua dengan berkelok-kelok melewati Galeri Uffizi
Kita menatapnya, menikmati limpahan sederhana.
Dibalik sungai Arno jembatan batu abad pertengahan
Oh sayang, inilah kota tua kita, tempat dahulu mereka berada
Menjadikannya kebun tempat berlayar, lalu mengiringnya pada halusinasi
Yah, kejayaan dahulu, tempat kita berada sekarang
Menikmati peninggalan-peninggalan mereka untuk kita ceritakan pada orang-orang terdekat
Saat ini dan nantinya kita warisakan pada bocah yang kita percaya.
Fitriani Alexandra dan Alex Wahyu Nurbista Lukmana.


~Alex Wahyu~
27 Februari 2016

Senin, 22 Februari 2016

Kusediakan tempat di kaki Bermuda
Persemayaman Iblis nun melegenda
Sebuah Wilayah Lautan Samudra Atlantik seluas Satu koma Lima juta mil2 atau Empat juta km2
Teritorial Britania Raya titik di sebelah Utara, Puerto Rico
Teritorial Amerika Serikat titik di sebelah Selatan
Miami, Florida titik di sebelah Barat
Dan juga, Pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania yang tidak tercampur satu dengan yang lain.

Apakah kau masih ingin menari?
Berpuisi mungkin?, Entahlah
Atau, Kau ingin bernyayi menikmati pertunjukan Dramanya Dante Alighieri, Divina Commedia
Dan, Berhalusinasi tentang Keluarga Medici?
Dimana Birth of Venus, Botticeli, Lukisan sensual yang di gantung di atas ranjang pengantin sepupunya?
Bisa juga kau resapi Pieta dan David, Dua patung yang di pahat Michelangelo
Boboli Gardens, Sebuah taman yang akan membawamu ke PalazoPitti
Benteng batu yang menjadi kedudukan Keluarga Medici
Kota tua dengan bocah bertato, salah satu pengunjung yang menghisap cerutu

Lalu, bagaimana denganmu?
Tempat mana yang akan kau pilih?
Bermuda?
Tempat hilangnya Pesawat, Penerbangan 19 dan Kapal Enserjen
Atau Florence Italia?
Tempat berkumpulnya Mahakarya Seniman abad terdahulu
Maka, Aku akan menunggu selama Duapuluh Empat jam kedepan
Waktu panjang untukmu berfikir
Mainkan Imajinasimu
Kumpulkan semua data atau angka yang terbelit di fikiranmu
Cobalah untuk menuliskannya pada secarik kertas di hadapanmu
Aku akan menunggunya
Apapun yang kau tulis akan kubaca, kucerna dengan sangat teliti, lalukitabernagkatdenganhasil, tempat yang kausukai
Silahkan, aku tidak akan mengganggumu sekarang
Yang bisa kulakukan hanyalah mencari sesuatu untuk di makan malam ini, pinggiran jalan
“KOTA KECIL DI UJUNG BARAT”


_Alex Wahyu_
22 Februari 2016