BREAKING NEWS

Sabtu, 27 Februari 2016

Setidaknya aku mampu menikmati sesajian alam pada abad terdahulu
Bernardo Buontalenti, Gua tiga bilik semacam rumah bermain
Khayalan alami dan Ghotic dramatis yang menyerupai beton menetes dan batu apung mengalir
Ini memanjakan mata seluruh pemuda yang mengunjungi Pitti Palace
Mengaliri dinding dalam aksen air, merambah kesejukan selama musim panas
Seakan sedang melahap atau memuntahkan patung-patung berupa Manusia dan Hewan.

Gembala, Petani, Pemusik, Hewan, dan tambahan Empat Kriminal lainnya
Yah, mungkin aku akan dikatakan kampungan atau di cap norak
Semua kebutuhan, Makanan, Rumah, Pakaian, dan Kendaraan tampak seadanya
Dan juga agaknya aku akan bermimpi tanpa harus tertidur siang ini
Aku bermimpi tentang keberadaan kita di balik patung sepasang kekasih yang tengah berciuman
Mimpi kita untuk ku hadirkan ketika nanti terlelap
Tepatnya pukul Sembilan malam, di tengah kabut berawan
Lampu kota, dan beraneka jajanan khas Negri ini
Yah sayang, Abad pertengahan dengan kekayaan berlimpah
Saksi sejarah yang akan menimbulkan perselisihan
Sesaat sebelumnya, Aku memberimu nada nakal, Kau tau apa artinya itu?
Dua kali dalam hari ini aku menuliskan sajak untukmu
Sajak yang sedikit tertolong oleh para Seniman Renaisans, Vasari, Vasari.
Dan, Kau menyeringai lebih lebar sayangku, dengan tatapanmu nun begitu serius
Gedoran pintu kelabu, tempat aku bermimpi,
Kau datang dengan membawa sedikitnya ubi bakar kesukaanku
Berjalan menghampiriku di tengah cahaya remang dan dinginnya malam nanti
Ah, Aku menantikannya sayang, tepat pukul sembilan malam nanti
Rumah kecil kelabu dengan patung dua kekasih yang saling bertautan
Dan, Sajak-sajakku siang ini akan memandumu sepanjang koridor dan mulai bertanya, "Untuk apa ini"
Kegugupan dan keberadaanmu mengepung seluruh sumber dayaku
Tempat aku beribadah, memanjatkan Do'a dalam Shalatku
Keselamatan Ibu, Ayah, Adik, dan Keluargaku
Tentunya dengan mimpi dan khayalku,
Sebuah keluarga kecil, dimana kau dan aku,
Sepasang bocah, Laki-laki dan Perempuan
Kesederhanaan kita, Melanjutkan proses di dunia.
Corridoio Vasariano lorong rahasia yang khas
Tempat kita bermain dan menikmati senja
Saat usia kita berlanjut tua dengan berkelok-kelok melewati Galeri Uffizi
Kita menatapnya, menikmati limpahan sederhana.
Dibalik sungai Arno jembatan batu abad pertengahan
Oh sayang, inilah kota tua kita, tempat dahulu mereka berada
Menjadikannya kebun tempat berlayar, lalu mengiringnya pada halusinasi
Yah, kejayaan dahulu, tempat kita berada sekarang
Menikmati peninggalan-peninggalan mereka untuk kita ceritakan pada orang-orang terdekat
Saat ini dan nantinya kita warisakan pada bocah yang kita percaya.
Fitriani Alexandra dan Alex Wahyu Nurbista Lukmana.


~Alex Wahyu~
27 Februari 2016

Senin, 22 Februari 2016

Kusediakan tempat di kaki Bermuda
Persemayaman Iblis nun melegenda
Sebuah Wilayah Lautan Samudra Atlantik seluas Satu koma Lima juta mil2 atau Empat juta km2
Teritorial Britania Raya titik di sebelah Utara, Puerto Rico
Teritorial Amerika Serikat titik di sebelah Selatan
Miami, Florida titik di sebelah Barat
Dan juga, Pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania yang tidak tercampur satu dengan yang lain.

Apakah kau masih ingin menari?
Berpuisi mungkin?, Entahlah
Atau, Kau ingin bernyayi menikmati pertunjukan Dramanya Dante Alighieri, Divina Commedia
Dan, Berhalusinasi tentang Keluarga Medici?
Dimana Birth of Venus, Botticeli, Lukisan sensual yang di gantung di atas ranjang pengantin sepupunya?
Bisa juga kau resapi Pieta dan David, Dua patung yang di pahat Michelangelo
Boboli Gardens, Sebuah taman yang akan membawamu ke PalazoPitti
Benteng batu yang menjadi kedudukan Keluarga Medici
Kota tua dengan bocah bertato, salah satu pengunjung yang menghisap cerutu

Lalu, bagaimana denganmu?
Tempat mana yang akan kau pilih?
Bermuda?
Tempat hilangnya Pesawat, Penerbangan 19 dan Kapal Enserjen
Atau Florence Italia?
Tempat berkumpulnya Mahakarya Seniman abad terdahulu
Maka, Aku akan menunggu selama Duapuluh Empat jam kedepan
Waktu panjang untukmu berfikir
Mainkan Imajinasimu
Kumpulkan semua data atau angka yang terbelit di fikiranmu
Cobalah untuk menuliskannya pada secarik kertas di hadapanmu
Aku akan menunggunya
Apapun yang kau tulis akan kubaca, kucerna dengan sangat teliti, lalukitabernagkatdenganhasil, tempat yang kausukai
Silahkan, aku tidak akan mengganggumu sekarang
Yang bisa kulakukan hanyalah mencari sesuatu untuk di makan malam ini, pinggiran jalan
“KOTA KECIL DI UJUNG BARAT”


_Alex Wahyu_
22 Februari 2016